Nama                   : Sektiotomo Tata Permana

Kelas                    : 3DB19

Npm                     : 31109540

Judul Buku        : PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI

Pengarang         : DR. OEMAR HAMALIK

Penerbit             : Trigenda Karya, Bandung 1993

Hal                        : 127-130

Judul Buku        : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Edisi 9)

Pengarang         : George H. Bodnar & William S. Hopwood

Penerbit             : ANDI Yogyakarta

Hal                        : 10-11

204-211

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI

Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan informasi.

Pengelola sistem informasi perlu memahami dan memiliki keterampilan pengendalian sistem informasi, yakni :

1.     Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi

2.     Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi

3.     Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi

4.     Kemampuan-kemampuan kegiatan koordinasi. Dengan kemampuan-kemapuan itu, maka terjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaan sistem informasi

Dengan kata lain, bila kegiatan-kegiatan perencanaan, proses transformasi informasi, pengorganisasian pelaksana, dan koordinasi ‘lepas kendali’, maka bukan saja sistem informasi tidak berhasil mencapai tujuannya bahkan justru dapat membahayakan proses manajemen yang mendapat dukungan dari sistem informasi.

Pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan kegiatan dalam bentuk mengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan informasi, transformasi, organisasi, dan koordinasi. Bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaan dan produk-produk informasi, baik segi kualitas, kuantitas dan ketetapan waktunya.

Pengendalian sistem informasi dilaksanakan melalui pengawasan dan pembinaan. Pengawasan dilakukan, baik secara langsung yakni ditempat dilaksanakannya sistem informasi itu, maupun secara tak langsung melalui laporan-laporan secara tulis dan secara lisan.

Aspek penting dari sistem informasi akuntansi adalah perannya dalam proses pengendalian internal organisasi. Banyak informasi yang dibutuhkan oleh manajemen untuk mengendalikan keuangan dan operasi berasal dari sistem informasi akuntansi.

Pengendalian memastikan bahwa kebijakan dan arahan manajemen dijalankan secara semestinya. Sebagai pengganti kehadiran, manajemen harus mengandalkan diri pada berbagai teknik pengendalian untuk mengimpleme-ntasikan keputusannya dan tujuan organisasi. Pengendalian mencakup rentang aktivitas yang cukup luas. Pengendalian internal yang baik merupakan faktor kunci pengelolaan  organisasi yang efektif.

Pengendalian internal merupakan satu proses yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang rasional atas tercapainya tujuan (1) reliabilitas pelaporan keuangan, (2) efektivitas dan efisiensi operasi  perusahaan, dan (3) kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada. Proses pengendalian ada lima elemen: lingkungan pengendalian, pengukuran resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pengawasan.

Pengendalian internal melibatkan penataan tanggung jawab dalam organisasi. Setiap orang mesti bertanggung jawab untuk setiap tugas atau pekerjaan tertentu. Ada dua alasan yang mendasari hal ini: pertama, tanggung jawab harus diberikan secara jelas sehingga memudahkan identifikasi area yang bermasalah; kedua, memahami cakupan tanggung jawab agar bekerja lebih keras dengan tanggung jawab yang telah dipercayakan.

  • Lingkungan pengendalian

Lingkungan pengendalian merupakan dasar keefektifan seluruh sistem pengendalian. Pembangunan lingkungan pengendalian yang bagus tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

1.     Filosofi Manajemen dan Gaya Operasi

Menciptakan moral yang tinggi dan suatu lingkungan yang kondusif untuk mendukung terwujudnya keamanan.

2.     Struktur Organisasi

Dalam banyak organisasi, akuntansi, komputasi, dan pemrosesan data semuanya diorganisasi di bawah chief information officer (CIO). Divisi semacam ini tidak hanya menjalankan fungsi pencatatan akuntansi tradisional, tetapi juga berbagai fungsi komputasi.

3.     Dewan Direksi dan Komitenya

Dewan direksi harus menunjuk komite audit. Komite audit harus menunjuk atau menyetujui pemilihan auditor internal.

4.     Akitivitas Pengendalian Manajemen

Penting untuk membangun pengendalian terkait dengan penggunaan dan pertanggung jawaban semua sumber daya sistem komputer dan informasi. Harus ada anggaran yang dibuat terkait dengan akuisisi peralatan dan perangkat lunak, terkait dengan biaya operasi, dan terkait dengan penggunaan. Pengendaliaan anggaran penting dalam lingkungan komputer karena ada kecenderungan di banyak perusahaan untuk mengeluarkan biaya terlalu banyak dalam teknologi informasi.

5.     Fungsi Audit Internal

Sistem keamanan komputer harus diaudit secara konstan dan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah.

 

 

6.     Kebijakan dan Praktik Personalia

Pemisahan tugas, supervisi yang memadai, rotasi pekerjaan, vakasi wajib, dan pengecekan ganda semua merupakan praktik personalia yang penting.

  • Pengendalian Ancaman Aktif

Cara utama untuk mencegah ancaman aktif terkait kecurangan dan sabotase adalah dengan menerapkan tahap-tahap pengendalian akses. Jika semua pengendalian organisasi umum dan pengendalian pengolahan data ada dan berfungsi sebagaimana mestinya, pertimbangan utama yang penting adalah membatasi akses ilegal ke data dan peralatan sensitif.

  • Pengendalian Akses Lokasi

Tujuan pengendalian akses lokasi adalah untuk memisahkan secara fisik individu yang tidak berwenang dari sumber daya komputer. Pemisahan secara fisik harus diterapkan khususnya untuk menjaga perangkat keras, area penginputan data, area output data, perpustakaan data, dan jaringan komunikasi.

  • Pengendalian Akses Sistem

Pengendalian akses sistem merupakan suatu pengendalian dalam bentuk perangkat lunak yang didesain untuk mencegah penggunaan sistem oleh pengguna ilegal. Tujuan pengendalian akses sistem adalah untuk mengecek keabsahan pengguna dengan menggunakan sarana seperti ID pengguna, password, alamat Internet Protocol (IP), dan perangkat perangkat keras.

  • Pengendalian Akses File

Pengendalian akses file yang paling  fundamental adalah pembuatan petunjuk dan prosedur legal untuk mengakses dan mengubah file. Batasan khusus diberikan kepada programmer yang memang memiliki pengetahuan untuk mengubah program.